20

Lima Ruas Tol Dibuka saat Mudik

Pecah Simpul Kemacetan di Selatan Jawa

Penambalan Jalan
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES
TAMBAL JALAN: Petugas dari Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung menambal jalan di Jalan Surapati, Kota Bandung, Selasa (28/6).

bandungekspres.co.id– Pemerintah memastikan bahwa jalan nasional siap digunakan untuk arus mudik Lebaran 2016. Kepastian tersebut berdasar hasil inspeksi dan tinjauan langsung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terhadap sejumlah ruas jalan di Sumatera, Jawa, Bali, Sulsel, serta Kalsel.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono mengatakan, berdasar hasil inspeksi, total jalan dan jembatan sepanjang 18.317,7 kilometer (km) di seluruh daerah yang ditinjau pada umumnya mantap dan siap dilalui. Angka tersebut diperoleh dari 7.961 km jalan dan 42,70 km tol di Sumatera; 7.164 km plus 668 km tol di Jawa dan Bali; serta 2.482 km jalan di Kalsel dan Sulsel.

”lnspeksi ini dilakukan sejak jauh hari agar ada waktu untuk memperbaiki jalan jika ada yang rusak,” kata Basoeki, kemarin.

Dia mengaku, telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk membantu para pemudik agar perjalanan lancar. Kementerian PUPR melibatkan Korlantas Polri dan Ditjen Hubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Basoeki mengatakan, tahun ini pemudik bisa memanfaatkan dua ruas tol baru yang telah diresmikan, yaitu tol Pejagan-Pemalang Seksi I dan II (Pejagan-Brebes Timur) sepanjang 20,20 km dan tol Surabaya-Mojokerto Seksi IV (Mojokerto-Krian) sepanjang 18 km.

Selain itu, pihaknya bakal membuka sementara lima ruas tol pada H-3 Lebaran.  Dia menambahkan, pihaknya juga telah memecah simpul kemacetan yang selalu terjadi di jalur selatan Jawa, terutama ketika musim mudik.

”Yaitu di Kecamatan Sumpiuh, Banyumas. Di sana terdapat pasar, stasiun kereta, dan perlintasan sebidang kereta api yang saat arus mudik sering terjadi penumpukan kendaraan. Sehingga menimbulkan kemacetan sampai 4 kilometer,” tutur Basoeki.

Selain kemacetan, Basoeki mengingatkan pemudik agar mewaspadai jalan yang rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor. Sebab, curah hujan diprediksi masih tinggi hingga puncak musim mudik mendatang. Dia lantas mencontohkan sejumlah titik rawan longsor. Antara lain ruas Kabanjahe-Lawe Pakam dan Tarutung-Sibolga di Sumut. ”Lalu ruas Pekanbaru-Kandis, Riau; ruas Pekanbaru-Payakumbuh, Riau; ruas Pekanbaru-Jambi; dan ruas Lahat-Batas, Bengkulu, Sumatera Selatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Dinas Bina Marga Kabupaten Subang masih melakukan perbaikan sejumlah jalur alternatif yang akan dilalui pemudik. Sejumlah pekerja pun dikerahkan agar perbaikan jalan bisa secepatnya selesai. Mengingat jalur-jalur alternatif ini akan segera dilalui pemudik.

Kabid Perbaikan Bina Marga Andri M mengatakan, kemarin perbaikan jalan rusak difokuskan di ruas Jalan Kota Subang. Setiap tahunnya, jalur alternatif ini selalui dipenuhi para pemudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

”Kita teruskan pengerjaan secepatnya agar perbaikan jalur yang akan dilalui para pemudik bisa selesai,” ujar Andri.

Menurut Andri, sebelumnya pihaknya sudah melakukan perbaikan jalan di wilayah Pantura. Saat ini, jalan tersebut dipastikan sudah bisa dilalui para pemudik yang didominasi para pengendara motor. ”Pengerjaan di pantura sudah rampung, saat ini kita sedang fokus di jalur alternatif,“ tuturnya.

Masih menurut Andri, tak sedikit jalur alternatif kondisinya berlubang. Hal ini bisa membahayakan para pengendara yang melintas.

Sementara itu, Kabid Lalin Dishub Subang Heri mengatakan, pihaknya akan melakukan pemasangan ratusan rambu-rambu portable. Rambu-rambu ini akan terpasang di berbagai titik di Kabupaten Subang. ”Kita siapkan rambu-rambu penunjuk jalan sebagai arahan untuk para pemudik,” tandasnya. (ygo/din/dod/c11/agm/rie)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.