54

Jalur Mudik Lebaran Siap Dilintasi

118 Ribu Kendaraan Keluar dari Jakarta

PERSIAPAN-MUDIK
RAKA DENNY/JAWAPOS
SUDAH MULUS: Jalur selatan Jawa Barat (Bandung-Malangbong Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar) cukup mulus dan siap dilintasi pemudik Lebaran 2016

bandungekspres.co.id, JAKARTA – Puasa Ramadan masih menyisakan delapan hari lagi. Namun suasana mudik Lebaran mulai terasa.

Berdasar pantauan, beberapa kendaraan keluarga jenis MPV (multi purpose vehicle) terlihat meninggalkan Jakarta. Salah satu tandanya adalah adanya aneka barang bawaan yang diikat di atas mobil.

Akses jalan menuju jalur mudik juga sudah dipersiapkan masing-masing pemerintah daerah. Tambahan infrastruktur untuk mudik Lebaran tahun ini mirip dengan 2015. Jika tahun lalu pemerintah meresmikan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sepanjang 116,75 kilometer, kini ada tol Brebes Timur. Pemudik bisa menghemat banyak waktu. Sebab, saat keluar tol, pemudik langsung masuk Kota Tegal.

AVP Corporate Communication Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso mengatakan, fasilitas untuk membantu kelancaran pemudik bukan hanya soal infrastruktur. Pengelola jalan tol, yakni PT Jasa Marga, PT Lintas Marga Sedaya (LMS), dan PT Semesta Marga Raya, sepakat untuk berintegrasi soal pembayaran. ”Sekarang dari tujuh kali berhenti untuk membayar dijadikan tiga kali saja,” katanya.

Jadi, pengendara saat melintasi gerbang Cikopo, Plumbon, Ciperna, dan Mertapada tidak perlu membayar lagi. Menurut dia, itu bisa mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi saat antre membayar.

Namun, pengendara perlu menyediakan uang yang lebih banyak hingga Rp 165 ribu bagi pemudik dari Jakarta sampai keluar Brebes Timur. Meski panjang jalan tol bertambah, Jasa Marga memprediksi kepadatan kendaraan di jalan tol berkurang sedikit jika dibandingkan dengan Lebaran 2015.  ”Liburnya lebih terdistribusi. Jadi, pengendara punya lebih banyak pilihan waktu untuk mudik,” katanya.

Warga bisa mudik pada Sabtu (2/7), Minggu (3/7), atau Senin (4/7). Jasa Marga memprediksi puncak kendaraan yang keluar dari Jakarta mencapai 118 ribu kendaraan. Tahun lalu jumlahnya menembus 119 kendaraan.

Di sisi lain, Moda transportasi umum Kereta Api (KA) salah satu angkutan mudik Lebaran yang paling favorit. Tiket mudik lebaran pun ludes terjual. Namun, sepanjang perlintasan mudik lebaran, ternyata masih ada beberapa perlintasan yang dianggap rawan ambles dan rawan bencana.

Hal tersebut diakui oleh Vice Presiden PT Kerata Api Indonesia (KAI) Daerah Opersional (Daop) III Cirebon Suparno mengimbau, para penumpang KA tak usah panik. Sebab, PT KAI menerjunkan tim pengamanan ekstra untuk menjaga daerah rawan tersebut.

Seperti halnya PT KAI Daop III Cirebon, yang sudah mulai menerjunkan petugas internalnya untuk melakukan penjagaan selama 24 jam.

Menurut Suparno, khusus untuk Daop III Cirebon, ada dua titik perlintasan yang rawan ambles, yakni wilayah Jatibarang dan Kertasmaya. Sejak 24 Juni lalu, pihaknya sudah mengerahkan petugas internal untuk menjaga didua daerah tersebut. ”Untuk daerah rawan itu kita sudah terjunkan personil dari internal kita. Kalau di Daop III yang rawan ambles cuma dua titik,” ungkapnya.

Suparno juga mengatakan, selain daerah rawan ambles, ada pula daerah yang rawan banjir. Yakni, di daerah Cikampek dan Tanjungrasa. ”Banjir juga kalau hujan saja mas. Banjir ini diakibatkan limpahan air dari fly over yang ada di daerah tersebut,” paparnya.Sementara itu, arus mudik maupun jalur wisata di wilayah Kabupaten Bandung di kawasan Cileunyi sampai Nagrek diprediksi padat pada H-4 atau H-3 Lebaran.

Kasat Lantas Polres Bandung AKP Rezky Satya mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan pengamanan arus mudik Lebaran tahun ini dengan memfokuskan pada pendirian pos terpadu, pelayanan, dan pengamanan di sepanjang jalur mudik dan wisata di Kabupaten Bandung.

”Kami tinggal melaksanakan gelar pasukan karena penempatan personel sudah lengkap, tinggal pembentukan pos. Kondisi arus mudik belum ramai karena masyarakat pun menyesuaikan dengan jadwal liburnya,” kata Rezky kemarin (27/6).

Dia mengungkapkan, mengenai titik kemacetan lalu lintas di jalur mudik Cileunyi-Nagrek yang harus diantisipasi, di antaranya di Cileunyi, Kahatex, perlintasan rel kereta api, dan perbatasan Nagreg dengan Limbangan serta Kadungora.

Di jalur sebaliknya, terowongan lingkar Nagreg yang sering dijadikan tempat berfoto dan Cileunyi menjadi titik rawan kemacetan.

”Sedangkan titik rawan kemacetan di jalur wisata sangat panjang, mulai dari Kopo, Soreang, Alamendah, dan beberapa titik di Ciwidey. Jalur wisata biasanya ramai setelah Lebaran,” ungkapnya.

Kepadatan lalu lintas, lanjut Rezky, akan terjadi di jalur Nagreg merupakan ekor kemacetan di Pasar Limbangan dan Pasar Leles. Hal tersebut ditunjukan saat gladi resik beberapa saat lalu bersama Polres Garut.

Dia memerinci, dari hasil rapat koordinasi lintas sektoral menjelang masa mudik dan balik Lebaran, akan diterjunkan sebanyak 1.534 personel Polres Bandung dalam pengamanan arus lalu lintas pada masa libur Lebaran. ”Dari personel sebanyak itu, 524 anggota di antaranya akan ditempatkan di jalur Cileunyi-Nagreg,” ucapnya.  (yul/man/rie)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.