55

Jalan Provinsi di Sukabumi Layak Pakai

BNN peringati Hari Anti Narkoba Internasiona
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES
ANTI NARKOBA : Petugas BNN Kota Bandung menempelkan stiker "Stop Narkoba" pada Angkutan umum di Terminal Cicaheum, kemarin.

bandungekspres.co.id, SUKABUMI – Sejumlah titik ruas jalan provinsi di wilayah Sukabumi dalam kondisi layak pakai untuk mudik Lebaran. Badan Pemeliharaan Jalan (BPJ) Wilayah II Dinas Bina Marga Jawa Barat Sukabumi juga memastikan, tidak ada kerusakan di sepanjang jalan.

”Berbagai persiapan dan perbaikan jalan terus kami lakukan sejak beberapa bulan yang lalu, terutama di titik-titik yang paling sibuk pada musim arus mudik,” kata Kepala Seksi Program BPJ Wilayah II Jawa Barat Ir H. Ruhiyat kemarin (26/6).

Menurut dia, perbaikan yang dilakukan jajaran BPJ Wilayah II mulai memperlihatkan hasil sejak awal bulan Ramadan lalu. Setelah tahapan perbaikan diselesaikan, semua ruas jalan milik provinsi yang ada di wilayah kerjanya termasuk Kota/Kabupaten Sukabumi sudah dalam kondisi bagus. ”Sudah bisa dilalui berbagai jenis kendaraan dengan aman dan mulus,” ucapnya.

Dia mengatakan, beberapa bagian jalan sebelumnya dalam kondisi rusak parah. Perbaikan jalan dikerjakan di beberapa titik penting seperti Simpang Baros-Sagaranten, Tegalbuleud, ruas Jampangkulon-Surade, dan ruas Karanghawu-Cikotok. Bersamaan dengan perbaikan, kata dia, BPJ II memasang rambu-rambu lalu lintas dan rambu peringatan longsor di kawasan-kawasan yang tanahnya tidak stabil.

Sementara itu, Kabid Sarana Prasarana Dishubkominfo Kabupaten Sukabumi M. Heri mengatakan, pihaknya melakukan  pengamanan dengan pemasangan marka jalan di sejumlah titik rawan macet.

”Pemasangan marka jalan diberlakukan bagi kawasan-kawasan yang sering dilanda kemacetan. Di titik-titik ini, penambahan jumlah kendaraan yang tidak banyak pun dapat langsung memicu kemacetan yang cukup parah,” kata Heri.

Lanjut Heri ,dengan adanya marka jalan akan mempermudah pengaturan arus kendaraan dari dua arah. Keberadaan marka dapat mencegah tumpang tindih dan rebutan jalur ketika kepadatan lalu lintas mencapai puncaknya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi memperkirakan lalu lintas penumpang yang transit di Terminal Induk Sudirman Kota Sukabumi diprediksi menurun. Penyebabnya, pemudik saat ini lebih menyukai mudik menggunakan mobil plat hitam ketimbang mobil angkutan. ”Bergeser pakai mobil kepunyaan sendiri atau menyewa dari tempat rental mobil. Ada juga pemudik yang menggunakan roda dua,” tuturnya.

Dia mengatakan, penurunan calon penumpang ini bukan hanya berlaku untuk terminal di Kota Sukabumi, baik Terminal Sudirman maupun Terminal Lembursitu. ”Sebagian pemudik menggunakan moda transportasi lain yang tidak memerlukan terminal sebagai titik transit untuk naik ke bus AKAP atau AKDP,” tutur kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Sudirman Kota Sukabumi Yukki Rahmat Yunus Amd. PLLU kepada wartawan, kemarin (26/6).

Menurut dia, adanya penurunan lalu lintas jumlah calon penumpang yang turun ke terminal Sudirman karena banyak memilih moda lainnya, ketimbang memakai angkutan angkutan bus. Bahkan sebagian lagi menggunakan kereta api terutama  untuk tujuan ke arah Bogor atau sebaliknya. (udi/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.