Inovasi Tempat Ibadah

bandungekspres.co.id – DALAM rangka menyemarakan Bulan Ramadan, sekolah-sekolah di Kota Bandung direkomendasikan agar menggelar kegiatan keagamaan untuk memfasilitasi anak-anak yang bersemangat mencari ilmu dan berkegiatan positif. Hal itu dikatakan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat membuka kegiatan Remaja Mengaji di Mesjid Agung Trans Studio Bandung, Jalan Gatot Subroto, kemarin (6/6/).

”Ini contoh yang kita rekomendasikan, apalagi sekolah sudah selesai, masuk bulan Ramadan takdirnya tahun ini timingnya bagus. Dan anak-anak pasti bingung mencari kegiatan,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Emil ini.

Dia menegaskan, dirinya memotivasi sekolah-sekolah, mesjid dan lembaga di Kota Bandung untuk menyelenggarakan pesantren kilat atau remaja mengaji agar anak-anak selama bulan Ramadan penuh dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya keagamaan. ”Saya memotivasi sekolah-sekolah mesjid-mesjid dan lembaga-lembaga untuk membuat pesantren kilat atau remaja mengaji tiga hari atau seminggu. Supaya anak anak yang selalu semangat mencari ilmu itu, full di bulan Ramadan diisi oleh kegiatan-kegiatan yang sifatnya keagamaan seperti itu,” tukas Emil.

Selain itu, sambung Emil, Pemkot Bandung menginstruksikan dinas-dinas agar melaksanakan persiapan kegiatan keagamaan di seluruh wilayah Kota Bandung.

Sebab, dirinya bersama Wakil Wali Kota sudah berbagi jadwal untuk tarawih keliling dan safari Ramadan secara bergantian ke beberapa titik di Kota Bandung. Saya juga akan menginstruksikan ke dinas-dinas dan kewilayahan untuk melaksanakan persiapan kegiatan di seluruh wilayah kota Bandung dalam bentuk buka puasa bersama, taraweh bersama, ataupun sahur bersama.

”Selama bulan Ramadan ini saya akan Safari Ramadan bersama pak wakil, keliling bisa dalam bentuk buka bersama warga maupun taraweh bersama. Mungkin sesekali sahur bersama untuk mendekatkan pemimpin dengan umatnya,” tutur Emil.

Untuk para camat, sebaiknya juga ada inovasi terhadap mesjid di wilayahnya. Minimal atuh mesjid tersebut dicat hijau dan putih. ”Terpenting camat dalam menyediakan tempat takjil agar tertata dengan baik. Perbanyak religi, camat lebih begitupun dengan Disdik yang memperbanyak pesantren kilat sekolahan,” pungkas Emil. (edi/fik)

Tinggalkan Balasan