Harus Jeli Ambil Ekspresi Wajah

AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES
BERIKAN PEMAPARAN: Fotografer senior Andri Gurnita memberikan pemaparannya pada diskusi foto dengan tema "Olahraga Dalam Perspektif Fotografi" di Bandung Indah Plaza (BIP), Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu (7/2). Dalam diskusi tersebut dibahas segala hal mengenai cara memotret olahraga.

bandungekspres.co.id, BANDUNG WETAN – Wartawan Foto Bandung (WFB) menggelar diskusi pengalaman memotret saat Pekan Olaharaga Nasional (PON) XIX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV Jawa Barat di Bandung Indah Plaza, kemarin (7/12).

Menurut Andri Gurnita, fotografer senior sebagai narasumber, momen olahraga merupakan waktu terbaik untuk menangkap citra dramatis. ”Fotografi olahraga berbeda dengan yang lain. Dalam fotografi olaharaga, fotografer lebih memakai insting dan pengalaman untuk mendapatkan gambar yang berkualitas,” ucap Andri.

Diakui olehnya, peristiwa olahraga itu bergerak dengan cepat, penuh aksi dalam tiap pertandingan. Bahkan, setiap pemain cenderung ekspresif. Sehingga, terlihat dinamis untuk dijadikan sebagai objek fotografi.

Peralatan kamera maupun lensa pun cukup mempengaruhi hasil gambar. Walaupun begitu, kata dia, hal ini bukanlah jaminan mutlak. ”Sungguh ironi jika seandainya suatu peristiwa yang baik dan indah di depan mata, kamera kurang memiliki pencahayaan atau ukuran lensa kecil,” jelas dia.

Hal yang paling utama adalah kesiapan dan fotografer tersebut dalam menekan tombol pelepas rana kamera. Karena itu pula, fotografer harus tetap siap. Terutama dalam pengambilan spot untuk motret.

”Sebagai fotografer olaharaga ada enam hal yang perlu diperhatikan dalam memotret momen olahraga,” ungkapnya.

Di antaranya, harus mengetahui pertandingan olahraga yang akan diabadikan. Selanjutnya, fotografer harus siap dalam keadaan apapun. Untuk hal tersebut, mulai dari peralatan hingga prakiraan cuaca harus diketahui fotografer.

Lalu, fotografer harus datang lebih awal dan memotret ikon-ikon di luar lapangan. Dia mengungkap, hal yang paling penting adalah mampu menangkap ekspresi-ekspresi menarik. ”Terutama ekspresi kemenangan, kekalahan, kelelahan, kesakitan dan sebagainya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia menceritakan berbagai pengalaman saat mengambil foto PON setiap penyelenggaraan. Bahkan, ketika kamera belum secanggih saat ini. (nit/fik)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR