Ciptakan Remot Pengendali Kendaraan

SMK Bintar
maldiansyah/pasundan ekspres

INOVASI. Kepala SMK Bintar Kusuma Atmaja saat melakukan praktik bersama siswanya.

Terobosan Siswa SMK Bintar Purwakarta

Di tengah aksi tawuran yang masih menghantui para pelajar di Purwakarta, satu terobosan lagi dalam bidang teknologi yang dilakukan para siswa sekolah swasta di kabupaten berjuluk kota santri tersebut, yakni SMK Bina Taruna (Bintar).

MALDIANSYAH, Purwakarta

Prestasi dan kreativitas terus digaungkan para pelajar di Purwakarta. Diantaranya seperti yang dilakukan siswa SMK Bintar dengan menghasilkan inovasi menarik, berupa remot kontrol.

Remot kontrol yang banyak di pasaran diubah menjadi remot yang mampu menyalakan mesin hingga membuka pintu, bahkan termasuk membuka kap mesin mobil. Remot ini diyakini bisa menjadi salah satu koneksi yang mampu memudahkan pemilik kendaraan mengendarai kendaraannya dengan mudah.

Kepala SMK Bintar, Uus Kusuma Atmaja mengaku, jika inovasi tersebut telah ada di sekolahnya sejak beberapa tahun silam. Namun demikian terus dikembangkan menjadi sebuah inovasi modern yang mampu memudahkan pemilik kendaraan mengontrol kendaraannya.

”Sebenarnya inovasi ini sejak lama kami ciptakan, dengan mengabungkan ilmu elektro, kelistrikan dan ilmu mesin yang ada. Siswa diajarkan mengabungkan tiga unsur ilmu tersebut menjadi sebuah tehnik yang memudahkan siapapun pemilik remot ini menjadi sebuah kesinambungan antara pengamanan unit kendaraan dengan mengendalikan kendaraan,” ujarnya.

Dengan berbagai kemampuan yang ada di tengah himpitan persaingan antara sekolah swasta di Purwakarta, Raden mengaku, tak patah arang dalam melakukan berbagai inovasi. Tujuannya sudah pasti untuk meningkatkan kreatifitas anak.

”Kami hanya memberikan arahan dan transfer ilmunya saja. Bagaimana mengabungkan beberapa unsur keilmuan yang ada sebagai sekolah kejuruan dengan alat seadanya pula, kami berkeinginan dan bercita cita agar anak-anak kami mampu menjadi sosok mandiri di kemudian hari dengan melatih mereka dengan berbagai kemampuan yang sekolah miliki,” terangnya.

Sebagai sekolah kejuruan swasta, SMK Bintar memang kerap dicap sebagai biang keributan atau tawuran antar pelajar. Namun hal itu ditegaskan Raden merupakan satu bagian kecil saja. Jika dibandingkan, menurutnya masih banyak siswa berprestasi yang patut dibanggakan daripada mendiskreditkan sekolahnya sebagai biang tawuran.

Tinggalkan Balasan