Cap Go Meh Amanat Pemerintah

bandungekspres.co.id – Kirab budaya Cap Go Meh akan digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Pasalnya, calon penyelenggara kebudayaan asal Tiongkok tersebut antara Vihara Darma Ramsi dan Vihara Giri Metta malah berselisih paham.

Sehingga, perselisihan dua Vihara itu ditutup dan tak boleh mengemuka. Keputusan itu disepakati dalam Rapat Koordinasi Komisi D DPRD Kota Bandung, Disbudpar dan Vihara Giri Metta.

Namun, Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha tetap menyarankan penyelenggara kirab Cap Go Meh adalah Vihara Giri Metta. Hal ini merujuk pada rekomendasi Disbudpar yang menunjuk Vihara Giri Metta.

”Tidak ada lagi perselisihan, ini gelaran budaya, semua mengajak pada kebaikan. Disbudpar Kota Bandung, harus komitmen pada keputusanya. Vihara Giri Metta yang sudah dapat rekomedasi wali kota, harus jadi pelaksana,” kata Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha kemarin (1/3).

Achmad menjelaskan, Pemerintah Kota Bandung harus konsekuen dengan keputusannya. Dengan memberikan rekomendasi pada Vihara Giri Metta, maka jangan mau dintervensi kelompok lain.

Sejauh ini, DPRD Kota Bandung, tidak pernah melarang siapapun melaksanakan kirab budaya Cap Go Meh. ”Demi persatuan dan kesatuan bangsa, semua pihak harus saling menghormati,” tukas Amet, sapaan akran politikus PDI Perjuangan itu.

Di tempat terpisah, Ketua pelaksana kegiatan Kirab Budaya Cap Go Meh, Vihara Giri Metta Indra Kusnadi mengatakan, siap melaksanakan kegiatan itu pada 26 Maret mendatang. Menurutnya, event menjadi bagian tak terpisahkan dari promosi pariwisata Kota Bandung.

”Meski harus kerja keras tapi ini konsekuensi amanat pemerintah yang harus dilaksankan dan diamankan,” tukas Indra.

”Beberapa hari ke depan, kami (Vihara Giri Metta) akan menyelesaikan segala persiapan terkait gebyar kirab budaya. Selain akan menampilkan Barongsai juara ke-5 tingkat dunia. Kolaborasi dengan menampilkan budaya tradisionalpun kita siapkan,” ujar Indra seraya menyebut, penunjukan Vihara Giri Metta, tak lepas dari dukungan penuh Disbudpar secara resmi. Untuk itu, Vihara Giri Metta, akan bekerja profesional sesuai perintah yang diberikan.

Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI Junico Siahaan, di sela pelantikan Rektor Universitas Maranatha menyatakan, sebagai anggota DPR dari Dapil Bandung 1, dan di Komisi X, membidangi kebudayaan, berkeinginan agar dua Vihara melaksanakan kirab budaya. Ini dalam melestarikan keragaman budaya yang tumbuh subur di Indonesia, perlu di apresiasi. Dua kelompok itu semangat patut dihargai.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan