Bekraf dan Pemkot Bandung Apresiasi Perluasan Ekonomi Kreatif Telkom

0
DOKUMENTASI TELKOM JABAR
KOMPAK: Direktur Innovation & Strategic Portfolio Indra Utoyo (tiga kiri), Managing Director Indigo Ery Punta (kedua kiri), dan Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Hari Santosa Sungkari (tiga kanan) berpose bersama setelah pembukaan Dilo Festival di Balai Motekar Unpad, Kota Bandung, belum lama ini.

bandungekspres.co.id, BANDUNG – Kiprah PT Telkom menyiapkan wirausahawan ekonomi kreatif diapresiasi pemerintah pusat dan daerah.

Hari Santosa Sungkari, Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), mengatakan tidak semua badan usaha milik negara (BUMN) memiliki perhatian, kepedulian, serta jiwa kewirausahaan yang menyokong ekonomi kreatif.

”Bagi saya, Telkom lebih unggul [dari BUMN lainnya karena manajemennya punya jiwa kewirausahaan,” kata Hari di sela-sela Dilo Festival di Balai Motekar Unpad, Kota Bandung, belum lama ini. Selain di Bandung, Dilo Festival digelar pula di Malang, Balikpapan, dan Makassar pada hari yang sama.

Hari melanjutkan, program Indigo Creative Nation (ICN) yang sudah digelar Telkom sejak tahun 2009 hingga sekarang dengan total 2.000 lebih startup dengan sedikitnya 65 diantaranya sudah dan sedang aktif terjun di industri telematika nasional/global.

Kehadiran Digital Valley merupakan bagian program ICN menghadirkan coworking space bagi para startup binaan. Saat ini, telah hadir Bandung Digital Valley, Jogja Digital Valley, dan Jakarta Digital Valley dengan lebih dari 8.000 member.

Hari juga mengapresiasi kehadiran Digital Innovation Lounge/Dilo sedikitnya di 13 kota utama di Indonesia. Yakni Aceh, Medan, Pekanbaru, Depok, Tanggerang, Bekasi, Bogor, Bandung, Solo, Surabaya, Malang, Denpasar, dan Balikpapan. Member seluruh titik Dilo sudah mencapai lebih dari 20 ribu orang, dengan fokus usaha 16 subsektor ekonomi kreatif. Hal ini yang membedakannya dengan ICN dan Digital Valley yang hanya fokus beberapa subsektor ekonomi kreatif yakni perangkat lunak, desain grafis, dan game.

”Kami sangat terbantu karena Dilo yang merangkul semua jenis ekonomi kreatif dan yang terbaik bisa disalurkan ke program Indigo. Kami juga perkuat ekosistem ini dengan merilis BekUp beberapa bulan lalu,” katanya.

BekUp, Bekraf for StartUp, adalah program seleksi wirausahawan digital yang pemenangnya disalurkan ke industri telematika maupun inkubator eksisting semacam Indigo. Menurut Hari, sejauh ini tingkat kesuksesan dari seleksi Bekup adalah 10% dari total peserta. Jadi, jika yang ikut 100 startup, maka yang benar-benar bertahan melanjutkan bisnisnya adalah 10 saja.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Pemkot Bandung Yayan Ahmad, menambahkan, pihaknya sangat banyak terbantu oleh BUMN telematika itu sejak pertama merilis Smart City tahun 2013 lalu.

Menurut dia, dari mulai akses jaringan seperti WiFi gratis ribuan titik pada tahun tersebut, hingga aplikasi solusi perkotaan banyak diberikan PT Telkom dan jejaringnya seperti ICN, Bandung Digital Valley, dan Dilo.

”Termasuk startup-startup yang melahirkan berbagai aplikasi dan mengisi Bandung Command Center saat ini. Kami ingin mengajak lagi binaan Indigo karena aplikasi terus dibutuhkan,” katanya di tempat yang sama. (fik)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here