Anak Lebih Rentan Terserang DBD

bandungekspres.co.id – PENYAKIT Demam Berdarah Dengue (DBD) lebih rentan menyerang anak-anak ketimbang orang dewasa. Alasannya, anak kecil masih mengalami masa pertumbuhan. Medical Advisor GSK Consumer Healthcare  Indonesia dr. Ferawati Lie mengatakan, DBD sering menyerang anak-anak lantaran sistem imunnya berbeda dengan orang dewasa.

”Selain itu, pembuluh darah anak kecil juga lebih rapuh ketimbang orang dewasa,” ujarnya ‎dalam penghargaan kompetisi ibu sigap Bersama Melawan DBD di kantor GSK Healthcare Kawasan Kuningan Jakarta, belum lama ini.

Bahkan, kata ‎dia, DBD yang diderita anak kecil bisa berujung pada komplikasi lebih parah. ”Bisa menjadi penyebab kematian pada anak,” katanya.

Oleh karena itu, ‎dr. Ferawati meminta menyarakan para orang tua ebih aware atau peduli terhadap penyakit DBD. Usahakan lakukan pencegahan semaksimal mungkin. Caranya dengan melakukan 3M (menutup, menguras, dan mengubur).

”Biasanya, jentik nyamuk akan berkembang di tumpukan pakaian bersih, air dispenser, di bunga bagian bawahnya, dan air dalam ember‎. Untuk air, lebih aman diberi abate lalu ditutup,” terangnya‎. Untuk penanganan jika anak mengalami gejala DBD, dr. Ferawati melanjutkan‎, berikan obat-obatan yang tepat sesuai anjuran dokter. ”Untuk penyelamatan pertama konsumsi obat paracetamol guna menurunkan demam akibat DBD, perbanyak cairan, dan istirahat yang cukup,” tandasnya.

Dr. Ferawati mengatakan, salah memberikan obat penurun demam akibat DBD tidak menurunkan panas. Justru meningkatkan resiko‎ bertambahnya penyakit. ”Ingat gejala demam berdarah ada mual dan muntah. Nah, jika salah konsumsi obat demam justru menimbulkan gejala gangguan lambung dan meningkatkan resiko pendarahan,” ujarnya.

Setidaknya, dia menyatakan, terdapat dua obat yang mampu meningkatkan resiko tersebut. ”Yaitu, ibuprofen atau salisilat aspirin.‎ Untuk itu, dua obat itu yang tidak disarankan untuk dikonsumsi sebagai penurun demam akibat DBD,” papar dr. Ferawati.

Dr. Ferawati melanjutkan, jangan pula memberikan ‎berbagai macam obat penurun demam kepada penderita DBD. Misalnya, hari pertama konsumsi paracetamol lantaran tidak sembuh mengonsumsi ibuprofen lanjut salisilat aspirin. ”Justru kalau begitu akan membahayakan penderita DBD,” ucapnya.

Dia menyarankan, untuk menurunkan demam penderita DBD sebaiknya menggunakan ‎obat yang tepat sesuai anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO) yaitu paracetamol. (rka/JPG/fik)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan