Silat Warisan Nusantara Leluhur

bandungekspres.co.id – Budaya berasal dari bahasa sansekerta, buddhayah yang artinya adalah jamak dari kata buddhi (akal), berkaitan dengan hal-hal yang mengenai akal dan budi manusia, seperti halnya pencak silat merupakan warisan budaya leluhur yang harus terus bisa dilestarikan keberadaannya.

Bandung Lautan Silat
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES

SENI: Penampilan Perguruan Silat Pager Kancana saat mengikuti
festival pencak silat seni pada gelaran Bandung Lautan Silat.

Bandung Lautan Silat

Kepala UPT Padepokan Mayang Sunda Ating Sudjana mendefinisikan budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi, seperti halnya pencak silat.

’’Pencak Silat merupakan ilmu bela diri asli dari Nusantara, juga merupakan salah satu warisan budaya bangsa jenis bela diri yang telah diakui oleh UNESCO,” katanya kepada Bandung Ekspres, kemarin.

Ating memaparkan, pencak adalah gerakan serang bela, berupa tari dan berirama dengan peraturan adat kesopanan tertentu yang bisa dipertunjukkan di depan umum. Silat merupakan inti sari dari pencak yakni kemahiran untuk perkelahian.

’’Pencak adalah fitrah manusia untuk membela diri, sedangkan silat sebagai unsur yang menghubungkan gerakan dan pikiran,” ungkapnya.

Sebenarnya pada jaman kerajaan dahulu, pencak silat merupakan bela diri wajib para tentara kerajaan di nusantara, bahkan pada jaman perjuangan kemerdekaan Indonesia jadi alat perlawanan terhadap penjajah.

Saat ini generasi muda mulai menggemari dan pelajari pencak silat, bahkan di setiap sekolah sudah mulai diadakan pelajaran bela diri tersebut. Namun memang masih ada sebagian anak muda yang enggan memelajari pencak silat dan pilih seni bela diri lain.

Pencak silat dinilai kuno yang diduga jadi alasan generasi muda enggan memelajari bela diri itu, belum ditambah waktu yang tidak sebentar untuk berlatih. ’’Sebagai generasi muda, sudah selayaknya kita melestarikan salah satu budaya asli Indonesia ini,” tegas Ating. (dn/vil)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan