Begini Cara Bandung Menghargai Jasa Presiden Soekarno

bandungekspres.co.id – Semangat Dasasila menjadi jiwa dalam peresmian Jalan DR. Ir. Sukarno, yang dulu dikenal dengan nama Cikapundung Timur. Hal itu, bukan hanya dilontarkan oleh Ketua Panitia Pelaksana Bung Feri dan Guruh Soekarno Putera. Tetapi, lebih tegas disampaikan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, saat acara peresmian nama jalan tersebut, kemarin.

Menurut wali kota yang akrab disapa Emil ini, pemilihan nama Sukarno tak lepas dari tiga keistimewaan nilai-nilai perjuangan Bung Karno di Bandung dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Jalan Asia-Afrika, Gedung Merdeka, dan Sungai Cikapundung sebagai ibunya sungai kota kembang, merupakan saksi bisu jejak kehidupan Sukarno. ”Sukarno muda mengawali sekolah di Bandung. Cita-cita menaklukkan Nusantara dari Bandung, melalui pematangan ideologi ajaran Marhaenisme, terbukti ampuh,” kata Emil.

Sehingga, pemilihan nama Jalan Sukarno, yang berbarengan dengan peringatan Hari Pahlawan bukan tanpa dasar. Seluruhnya dalam rangka menghormati nilai-nilai kebangsaan, menghormati jejak dan jasa pahlawan, perjuangan proklamator di bumi Parahyangan serta mengkolaborasinya dengan aspirasi masyarakat melalui anggota dewan, adalah keputusan yang dihasilkan melalui pemikiran matang serta berani dalam menginterpretasikan pemikiran Bung Karno dalam bentuk penghargaan nyata. ”Manusia itu diukur oleh kebermanfaatannya,” tukas Emil yang juga duta Yayasan Bung Karno.

Ketua Yayasan Bung Karno Guruh Soekarnoputera mengucapkan terima kasih kepada warga, wali kota serta DPRD Kota Bandung, yang dengan gagah berani merubah nama Jalan Cikapundung Timur menjadi Jalan DR. Ir. Sukarno.

Selama ini bukan tidak ada pemikiran itu. Namun, selalu terganjal situasi dan kondisi politik di zamannya. Sejak reformasi pemikiran penamaan Jalan Sukarno, sebetulnya telah bergulir. Tetapi, yang terealisasi selalu diembel-embeli dengan mencantumkan nama Hatta di belakang nama Sukarno.

Padahal kedua tokoh ini meski punya tujuan yang sama tapi memiliki nilai kejuangan sendiri. Maka, atas penghormatan ini dirinya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Bandung, yang telah mendudukkan nama Sukarno berdiri sendiri. ”Mudah-mudahan ini awal yang baik, untuk disusul daerah lain meniru hal yang sama,“ ucap Guruh.

Di kesempatan sama, Guruh berpesan, Bung Karno akan merasa sangat dihargai bukan karena dicintai, melainkan bangsa ini mau melanjutkan dan anut ajarannya. ”Pemikirannya selalu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan cara Indonesia. Merdeka dalam mencapai kesejahteraan. Itu semua ada dalam marhaenisme,” pungkas Guruh.

Tinggalkan Balasan