28

Puting Beliung Sambar Tiga Desa

Musibah Puting Beliung
ROBOH: Sejumlah warga tengah membersihkan sisa puing reruntuhan di atas atap rumah yang tertimpa pohon akibat angin puting beliung.

 Tidak Ada Korban Jiwa, Puluhan Rumah Rusak

ASTANAJAPURA – Puluhan rumah yang berada di tiga desa di Kecamatan Astanajapura, tersambar musibah puting beliung, Selasa (20/1) petang. Ketiganya adalah Desa Japurabakti, Desa Kanci, dan Desa Kanci Kulon. Namun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kapolsek Astanajapura AKP Asep Faqih mengatakan, ada tiga desa di Kecamatan Astanajapura yang terkena angin puting beliung. ’’Kejadian itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB sampai jam enam sore,’’ ujar Asep kepada Radar Cirebon (Grup Bandung Ekspres).

Masih menurut Asep, Desa Japurabakti menjadi daerah terparah terkena hantaman puting beliung. ’’Yang paling parah itu ada di Desa Japurabakti. Japurabakti tiga rumah rusak ringan, serta lima rumah lumayan parah. Yang paling parah itu rumah Bapak Caswan yang berada di Blok Seren. Itu bagian belakang dapur dan kamar mandi roboh. Sedangkan dua Desa lainnya yaitu Kanci dan Kanci Kulon itu yang terkena semuanya ada 12 rumah. Tapi itu ringan semua, cuma genting-gentingnya saja yang pada terbang,’’ ujar Asep.

Sementara itu, Camat Asjap Iman Santoso memaparkan, angin puting beliung terjadi saat hujan besar melanda Kecamatan Asjap. Meski demikian pihaknya bersyukur karena tidak memakan korban jiwa. ’’Tadi Magrib kejadiannya waktu hujan besar itu. Alhamdulillah nggak ada korban apa pun, baik jiwa maupun luka. Hanya ada beberapa rumah saja yang rusak,’’ ungkapnya.

Iman menuturkan, muspika langsung turun ke lokasi membantu warga yang tertimpa musibah. Hal tersebut dilakukan untuk meringankan beban korban. ’’Kita sudah pastikan warga tidak ada yang menjadi korban. Sekarang kita lagi membantu warga yang tertimpa musibah dibantu oleh anggota Polsek Asjap. Tadi juga Tagana dari Kabupaten Cirebon sudah turun membantu,’’ ujarnya.

Kodir, salah seorang warga Japurabakti mengungkapkan, saat kejadian para warga sedang berada di dalam rumah. ’’Waktu hujan besar sekali ya, kaya hujan badai. Anginnya juga cukup kencang. Jadi saya sedang di dalam rumah. Tapi ada suara keras, saya lihat tembok belakang rumah Pak Caswan roboh kena angin kencang,’’ terangnya. (den/far)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.