Prediksi Macet Makin Parah

[tie_list type=”minus”]Bersamaan dengan Long Weekend[/tie_list]

bandungekspres.co.id– Lalu lintas jalanan selama liburan Natal dan jelang Tahun Baru di Lembang dan Padalarang macet total. Hal ini terjadi karena banyaknya wisatawan yang ingin mengunjungi kawasan wisata di kawawan Bandung Utara.

Dari pantauan, di wilayah Lembang, kemacetan sudah terjadi sejak pagi dari arah Kota Bandung yang melalui jalan Setiabudi ke arah Lembang. Begitu juga dari arah Punclut Dago ke Lembang mengalami kemacetan.

Rata-rata kendaraan yang memasuki ke wilayah Lembang untuk menghabiskan waktu ke berbagai objek wisata mulai dari Tangkuban Parahu, Floating Market, Maribaya dan beberapa objek wisata lainnya. Sementara itu, kemacetan juga terjadi dari pintu keluar Tol Padalarang yang akan menuju Cipatat hingga arah ke Lembang melalui jalur Cisarua.

Kasatlantas Polres Cimahi AKP. Silvia Suka Rosa mengungkapkan, kondisi lalu lintas di Padalarang dan Lembang menjadi titik yang banyak dilalui kendaraan baik dari Bandung maupun dari luar kota. Mereka yang datang ke Lembang untuk mengunjungi sejumlah objek wisata.

Untuk memperlancar lalu lintas di Lembang, kata dia, pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas untuk jalur Bandung-Subang yang kerap mengalami kemacetan dengan memberlakukan buka tutup jalan di Lembang.

”Memang kemacetan paling tinggi di Lembang karena banyak kendaraan yang akan mengarah ke lokasi wisata. Makanya, kita lakukan buka tutup dipertigaan Beatrix Lembang,” paparnya.

Untuk memperlancar kondisi lalu lintas dan terhindar dari kemacetan, dirinya mengimbau kepada pengguna jalan agar memanfaatkan jalur alternatif. Seperti dari arah Kota Bandung untuk menggunakan jalur punclut, begitu juga pengunjung yang datang dari Cimahi bisa menggunakan jalur Parongpong dan untuk pengendara yang melalui Padalarang bisa melewati Cisarua.

”Karena kalau dari arah Kota Bandung melalui jalur Setiabudi, kemacetan akan semakin parah yang akan menuju Lembang,” tuturnya.

Sementara itu, Kadishubkominfo Kabupaten Bandung Barat Agus Gusmana menambahkan, terhitung mulai 22 Desember hingga 3 Januari 2016, personel mulai bergerak ke lapangan untuk memantau kondisi lalu lintas dan juga untuk mempersiapkan pengamanan Natal dan Tahun Baru dengan memasang tenda pengamanan. Ada 125 personel yang akan ditempatkan di dua titik tersebut dengan sistem dua ship yakni siang dan malam.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan