Pertamina Fokus Kembangkan Energi Baru Terbarukan

bandungekspres.co.id– PT Pertamina (Persero) semakin serius mengembangkan dan membangun energi baru terbarukan (EBT). Hal itu ditunjukkan dari beberapa proyek yang akan dibangun dalam waktu dekat.

Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro, Pertamina saat ini tidak lagi menjadi perusahaan yang hanya fokus di sektor minyak dan gas, tapi juga merambah ke segala sumber energi. ”Seperti namanya, Pertamina sekarang dikenal sebagai Pertamina Energi,” ungkap dia setelah acara Gebyar Energi Pertamina di atrium Tunjungan Plaza III, Surabaya, akhir pekan lalu.

Saat ini, lanjut Wianda, Pertamina tengah fokus dalam pengembangan dua energi baru, yaitu produksi energi listrik dan energi biofuel dari sumber terbarukan. Pada 2019, proyek-proyek pengembangan tersebut ditargetkan selesai. Pembangkit listrik dan produksi biofuel juga bisa mencapai kapasitas maksimal.

”Pada 2019, target energi listrik yang dihasilkan Pertamina diharapkan bisa mencapai 1,13 gw, sedangkan produksi biofuel mencapai 1,28 juta kl per tahun,” kata Wianda.

Fokus Pertamina adalah pengembangan geothermal (pembangkit listrik tenaga panas bumi) 907 mw, energi surya (60 mw), angin (60 mw), laut (3 mw), dan biomassa (50 mw). Untuk biofuel, fokusnya adalah green diesel (0,14 juta kl/tahun), green gasoline (0,23 kl/tahun), bio etanol (76 ribu kl/tahun), bio avtur (257 ribu kl/tahun), serta bio LNG plant (10 ton/hari).

Wianda memaparkan, untuk energi listrik terbarukan, saat ini Pertamina sudah memiliki 500 megawatt (mw) kapasitas terpasang yang dihasilkan dari pembangkit geothermal di beberapa fasilitas Pertamina. ”Yang paling besar itu ada di Kamojang, Jawa Barat. Di sana sampai ada lima pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dan sudah dialirkan ke PLN. Sisanya ada di Endong, Sulawesi; Ulubelu, Lampung; dan Karaha, Jawa Barat,” ujarnya.

Selain itu, Manajer Teknologi dan Pengembangan Direktorat Gas Pertamina Adianto Hidayat menuturkan, nanti ada lima proyek pembangkit listrik geothermal yang dibangun. ”Nanti untuk geothermal, ada tambahan 407 mw dari lima proyek tersebut. Jadi, pada 2019, total sumbangan dari PLTP 907 mg,” tuturnya.

Total investasi yang digelontorkan Pertamina dari lima proyek tersebut USD 2,5 miliar, baik untuk pembangunan pipa, infrastruktur, hingga galian sumur.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan