Penyaluran KUR Masih Tersendat

JAKARTA – Kementerian Perindustrian mengeluhkan minimnya penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yang hanya sekitar Rp 4,5 triliun hingga September dari total target tahun ini Rp 30 triliun. Karena itu, Kemenperin mengerahkan 2.500 tenaga penyuluh lapangan (TPL) untuk memperlancar penyaluran KUR.

KUR
GEBYAR KULINER: Tim Penggerak PKK Provinsi Banten Dewi Indriati Rano, Juru masak Sisca Soewitomo, Istri Kapolda Banten Irawati mempraktikan memasak makanan khas Banten.

Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Euis Saedah berharap pelonggaran syarat KUR dibarengi peningkatan layanan petugas bank. ”IKM belum terbiasa beradministrasi dengan baik. Jadi, bank harus melayani lebih baik, mengajak mereka, mendengar kesulitannya, kebutuhannya, masalahnya. Intinya, bank harus masuk mendampingi,” ujarnya kemarin (14/10).

Dalam hal ini, dia menyarankan, perbankan penyalur KUR seperti BRI, Bank Mandiri, dan BNI benar-benar menjadi mitra IKM dalam mengembangkan usaha. ”Tidak cukup hanya kasih uang Rp 15 juta, kejar target penyaluran. Bank juga harus menjadi konsultan, mulai mendaftar hingga membedah kesulitan usaha mereka,” katanya.

Dia menilai, selama ini IKM kurang diberi sosialisasi dan pendampingan untuk mengakses KUR. Karena itu, Kemenperin siap menggerakkan 2.500 TPL yang tersebar di 200-an kabupaten untuk memberikan pendampingan. ”Banyak IKM yang masih takut-takut berurusan dengan bank. Takut ribet dan segala macam. TPL harus bantu,” ucapnya.

Selain itu, dia menyarankan ada dukungan dari industri menengah yang menjadi induk industri kecil. Sebab, industri kecil merupakan pemasok industri menengah sehingga bisa menjadi penjamin dalam mengakses KUR. ”Jadi, kalau mereka butuh modal KUR, nanti bisa digaransi industri menengahnya. Pasti produknya dibeli sebagai subnya, dan bisnis pasti jalan,” ungkapnya.

Mengenai rencana pelonggaran syarat KUR masuk paket kebijakan ekonomi jilid III, Euis mengatakan bahwa hal tersebut masih dibahas. Dia mengisyaratkan ada dua syarat yang mulai diperlonggar. ”Saya belum berani mengatakan karena belum selesai betul. Nanti yang memutuskan Menko perekonomian,” tambahnya.

Menurut dia, ada lima sektor yang potensial menyerap dana KUR dalam jumlah besar. Yaitu, sektor makanan, fashion, kerajinan, teknologi informasi, dan komponen. Dengan tersalurkannya KUR dalam jumlah besar, diharapkan IKM bisa lebih produktif. ”Hal ini otomatis menjadi solusi bagi pekerja di industri besar yang terkena PHK (pemutusan hubungan kerja),” jelasnya. (jpnn/fik)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan