KPK Tahan SDA

26
SDA DITAHAN KPK
JAWAPOS
MASUK SEL GUNTUR: Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) ditahan KPK usai diperiksa penyidik terkait dugaan korupsi penyelenggaraan haji kemarin (10/11).

KPK Tahan SDA

JAKARTA – Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) beberapa kali harus menarik napas panjang. Kepalanya didongakkan ke atas, seperti ingin menahan air matanya. Gambaran itu yang tampak ketika SDA digelendang ke Rutan Guntur. Dia resmi ditahan setelah 10 bulan berstatus tersangka kasus korupsi penyelenggaraan haji.

SDA akan menjalani penahanan untuk 20 hari pertama di Rutan KPK Cabang Pomdam Guntur, Jakarta. Di hadapan para wartawan, SDA menyebut diperlakukan tidak adil oleh KPK. ’’Pertama, sampai saat ini tidak ada kerugian negara dari perkara yang disangkakan pada saya,’’ ujarnya. Menurut dia, dalam penanganan kasus korupsi tidak boleh kerugian negara hanya dikira-kira dengan menggunakan kata potensi.

Versi SDA kerugian negara harus jelas berdasarkan perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). ’’BPK maupun BPKP belum mengeluarkan keterangan tentang kerugian negara, namun sudah disebut potensi kerugian negaranya Rp 1,8 miliar. Bagaimana caranya saya mengambil uang sebanyak itu, ’’ jelas mantan Ketua Umum PPP itu.

SDA juga mengungkit-ungkit keterlibatan sejumlah wartawan, yang selama ini ikut diajak meliput ibadah haji sebagai tim media center. Menurutnya dalam setiap penyelenggaraan ibadah haji, Kementerian Agama selalu mengajak rombongan wartawan.

 ’’Saya yakin di antara kalian ini juga ada yang pernah menjadi anggota media center haji. Saya juga melihat sendiri saat menjadi amirul haj, tidak ada kegelisahan dari para jamaah haji pada waktu itu, ’’ ujar pria asal Jakarta itu. Salah satu yang disangkakan KPK memang menyangkut korupsi pengadaan akomodasi jamaah haji, yang menyebabkan fasilitas yang diterima para jamaah menjadi tidak layak.

Dalam pemeriksaan sebagai tersangka kemarin (10/4) SDA mengaku, juga belum ditanya mengenai materi yang disangkakan. Dia sebatas ditanya data diri seperti nama istri, anak, para anggota keluarga dan riwayat hidup keluarganya. ’’Saya hanya ditanya seperti itu. Namun, tiba-tiba disodori surat perintah penahanan, ’’ ujar pria kelahiran 19 September 1956 tersebut. Hal itu yang kemudian membuat SDA menolak menandatangani surat perintah penahanan beserta berita acaranya.

’’Saya merasa diperlakukan tidak adil, makanya saya menolak tanda tangan. Penahanan ini sepertinya hanya bentuk balas dendam karena saya kemarin melakukan praperadilan,’’ ujarnya. Dia mengaku menempuh praperadilan hanya untuk mencari keadilan, bukan melawan KPK.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada SDA sebenarnya termasuk pokok perkara. Sebab, salah satu yang disangkakan pada SDA ialah penyalagunaan kuota haji. Jatah kuota haji yang seharusnya dioptimalkan untuk masyarakata, malah digunakan oleh sejumlah keluarga dan kolega SDA. Modusnya mereka diikutikan rombongan Petugas Penyenggara Ibadah Haji (PPIH).

Terkait tudingan SDA tersebut, Plt Pimpinan KPK Johan Budi mengatakan, penahanan merupakan kewenangan penyidik. Penyidik memiliki alasan obyektif dan subyektif untuk menahan seseorang tersangka. ’’Silakan yang bersangkutan menyampaikan pendapatnya. Setiap tersangka memang memiliki hak ingkar, ’’ ujarnya. Mengenai keberatan kerugian negara, nilai finalnya kini masih dihitung oleh BPKP.

Kabag Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha menambahkan, penahanan SDA itu dilakukan untuk 20 hari pertama. Setelah itu penyidik bisa saja memperpanjang penahanannya untuk keperluan penyidikan lebih lanjut. SDA akan ditempatkan di Rutan Guntur.

Di Rutan Guntur, SDA akan satu tempat bersama sejumlah tahanan KPK lainnya seperti Andi Mallarengeng dan Fuad Amin. Di sel itu dia akan hidup serba terbatas, tak seperti kehidupannya selama ini. SDA akan menempati ruangan 15 meter persegi untuk dua orang. Di setiap kamar sel terdapa dua dipan dengan kasur busa yang hanya muat untuk satu orang.

Kemungkinan SDA akan menempati bekas kamar tahanan yang pernah ditempati Akil Mochtar. Akil dulu sempat ditahan di Rutan Guntur sebelum akhirnya dipindahkan ke Lapas Sukamiskin, karena perkaranya telah inkrach. (gun/hen)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.