Gianlugi Buffon, Buru Penebusan Drama di Old Trafford

 [tie_list type=”minus”]Sekarang Lebih Merasa Nyaman Bersama Pirlo[/tie_list]

 Hanya keledai yang mengalami kegagalan dua kali dalam satu momen. Gianluigi Buffon jelas tidak mau disebut keledai karena mengulangi kegagalannya mengangkat Si Kuping Besar “sebutan trofi juara Liga Champions.” Makanya, di Olympiastadion, Berlin, Buffon ingin mengakhiri penantiannya.

Buffon
ISTIMEWA

NYAMAN: Kiper Juventus Gianluigi Buffon mengaku nyaman bermain dengan Pirlo.

MANCHESTER, 28 Mei, 12 tahun yang lalu. Itulah saat yang paling membekas di dalam ingatan Gianluigi Buffon. Karena, itulah kali pertama dan terakhir penjawa gawang dan kapten tim La Vecchia Signora, julukan Juventus. Setidaknya sebelum Juventus menjejak final Liga Champions di Olympiastadion, Berlin, akhir pekan ini.

Andaikan saat itu dia mampu menepis tendangan semua lima esekutor AC Milan, seperti Serginho, Clarence Seedorf, Kakhaber Kaladze, Andres Iniesta, dan Andriy Shevchenko, mungkin Buffon akan mengikuti dua penjaga gawang pendahulunya di Juventus. Seperti Stefano Tacconi dan Edwin van der Sar.

Kedua penjaga gawnag tersebut sukses memberikan trofi Liga Champions bagi Juventus. Tacconi di musim 1984-1985 (era European Cup) dan Van der Sar pada edisi 1995-1996. Sedangkan Buffon, sepanjang 14 tahun karirnya di bawah mistar Juventus, mentok runners up Liga Champions 2002-2003 itu yang jadi pencapaiannya.

Makanya, sekalipun lawan yang dihadapinya dalam final kali ini adalah klub sekaliber Barcelona yang mempunyai kekuatan serangan menyeramkan, Buffon tetap tidak gentar. ”Dengan tidak pernah mendapatkan trofi Liga Champions, itu lebih memotivasi saya. Jadi, saya merasa terdorong mendapatkannya,” ujarnya, sebagaimana yang dilansir dari situs Sport24.

Salah satu modal pemain produk Parma itu adalah statistic apik pertahanan skuad asuhan Massimiliano Allegri pada Liga Champions musim ini. Bersama Buffon di bawah mistar, Juventus hanya kebobolan tujuh gol, lebih sedikit ketimbang rivalnya di final, Barcelona, yang sudah kebobolan 10 gol sejak fase grup.

Terbuangnya memori buruk di Old Trafford 12 tahun silam juga sedikti terobati setelah ada nama Andrea Pirlo dalam skuad Juventus kali ini. Memang, kala itu Pirlo tidak masuk dalam list eksekutor Milan. Pirlo sudah terlebih dahulu digantikan Serginho di menit ke-71.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan