29 Hektare Gagal Panen

14
sawah kekeringan
DOKUMEN BANDUNG EKSPRES
RETAKAN TANAH: Anak bermain di kawasan pesawahan kering di Cibiru Hilir, Bandung, Jumat (26/6). Memasuki musim kemarau sejumlah sawah menjadi lahan tanah tidak produktif.

[tie_list type=”minus”]Paling Buruk dalam 15 Tahun Terakhir[/tie_list]

BALEENDAH – Kekeringan akibat kemarau panjang berimbas besar pada pertanian di Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung dalam bulan terakhir. Tercatat 29 hektar lahan sawah mengalami kekeringan dan gagal panen.

sawah kekeringan
DOKUMEN BANDUNG EKSPRES

RETAKAN TANAH: Anak bermain di kawasan pesawahan kering di Cibiru Hilir, Bandung, Jumat
(26/6). Memasuki musim kemarau sejumlah sawah menjadi lahan tanah tidak produktif.

ads

Ketua Kelompok Tani Mukti Mandiri Edi Purnomo, 38, mengatakan, sawah-sawah di Jelekong tidak bisa diselamatkan. Penyebabnya, tidak ada air yang bisa disedot karena semua kering.

DIa mengatakan, luas persawahan yang dikelola Kelompok Tani Mukti saat ini seluas 29 hektar. Sawah milik UPTD Pertanian sebanyak 7 hektar dan milik warga masyarakat seluas 22 hektar. Karugian yang dialami UPTD sendiri yang seluas 7 Ha sebanyak Rp 38 juta. ”Apalagi milik warga masyarakat bisa mencapai Rp 100 juta lebih,” kata Edi kemarin (4/9).

Kondisi lahan sawah saat ini, tutur Edi, sudah retak-retak karena tanahnya kekurangan air. Salah satu lokasi terparah di Kelurahan Jelekong.

Dia mengatakan, pada September seharusnya padi sudah panen. Tapi akibat kemarau kali ini semuanya gagal. ”Biasanya seluas 7 ha mendapatkan 45 ton padi. Tapi saat ini hancur semuanya,” ujarnya.

Biasanya, kata dia, panen biasanya bisa dilakukan setahun dua kali. Kalau terjadi bencana kekeringan, selama 15 tahun terakhir baru kali ini kekeringan yang paling parah.

”Tahun-tahun kemarin biasanya rusaknya tanaman oleh hama tikus. Saat ini hama tikus nggak begitu parah, tapi kemarau yang panjang yang mengakibatkan 100 persen gagal panen,” jelasnya.

Para petani, ucap Edi, dari sekarang sudah mengajukan bantuan benih padi buat tahun nanti. Sebab, para petani sekarang tidak sanggup untuk membeli benih tersebut. ”Makanya mereka meminta bantuan pada pemerintah untuk mendapatkan benih padi untuk penanaman berikutnya,” pungkasnya. (yul/rie)

 

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.