Wadah Sampah Organik Tidak Optimal

BUANG SAMPAH:Program tempat sampah ramah lingkungan tidak dilanjutkan oleh Pemkot Bandung. Proyek yang menghabiskan dana Rp 50 juta ini dihentikan karena kesadaran masyarakat menjaga fasilitas umum masih kurang.
BUANG SAMPAH:Program tempat sampah ramah lingkungan tidak dilanjutkan oleh Pemkot Bandung. Proyek yang menghabiskan dana Rp 50 juta ini dihentikan karena kesadaran masyarakat menjaga fasilitas umum masih kurang.
BUANG SAMPAH:Program tempat sampah ramah lingkungan tidak dilanjutkan oleh Pemkot Bandung. Proyek yang menghabiskan dana Rp 50 juta ini dihentikan karena kesadaran masyarakat menjaga fasilitas umum masih kurang.

SURAPATI – Belum setahun diresmikan, tempat sampah baru di kota Bandung sudah banyak yang mengalami kerusakan. Kurangnya rasa menghargai dari masyarakat mengakibatkan banyak tempat sampah yang menggunakan kantong plastik hijau dan putih sebagai wadahnya ini sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Kabid Hukum dan Humas PD Kebersihan Kota Bandung, Jubaedah, SH mengatakan situasi ini terjadi karena kurangnya kepedulian masyarakat. Menurutnya, masyarakat belum paham makna dari tempat sampah yang kini sudah semakin banyak dipasang di sepanjang jalan protokol Kota Bandung.

“Rusaknya sejumlah tempat sampah baru di Bandung ini akibat banyaknya juga masyarakat yang kurang ikut berperan serta dalam memelihara dan menjaganya. Bahkan, banyak dari besi-besinya itu yang dicopot dan diambil,” paparnya, ketika ditemui di kantor PD Kebersihan Kota Bandung, Jalan Surapati, Kamis (12/6).

Jubaedah menambahkan bahwa masalah pemeliharaan tempat sampah umum ini memang menjadi problematika tersendiri bagi kota Bandung. Menurutnya, tempat sampah sebelumnya yang terbuat dari fiber pun banyak yang rusak dan hilang. Lebih lanjut ia menambahkan bahwa pihak PD Kebersihan sendiri selalu menjaga keberadaan tempat sampah tersebut, dengan mengganti kantong plastiknya secara rutin.

“Dari PD Kebersihan sendiri tempat sampah selalu dijaga, kami ganti plastiknya jika volume sampah sudah penuh, setiap 1 atau 2 hari sekali,” jelasnya.

Tempat sampah yang disimpan di jalan-jalan protokol sendiri, menurutnya tidak sesuai peruntukannya. Banyak sampah rumah tangga yang dibuang di tempat sampah umum tersebut. Padahal ia menjelaskan, tempat-tempat sampah tersebut dikhususkan bagi para pejalan kaki.

“Pemasangan tempat sampah ini baru sampai tahap sosialisasi dan edukasi, jadi biar masyarakat paham dengan pemilahan sampah organik dan non-organik. Tapi, masyarakat mau membuang sampah pada tempatnya saja itu sudah merupakan satu poin plus,” ia menambahkan.

Ditanya mengenai jumlah kerugian atas banyaknya kerusakan tempat sampah ini, ia mengaku belum mendapat informasi karena sedang didata dan dievaluasi oleh bagian umum PD Kebersihan dan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) kota Bandung. Untuk tahap perbaikan sendiri, PD Kebersihan masih menunggu instruksi dari Pemkot Bandung. (mg3)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR