Tangki Air Penyiram Taman Minim

20
SIRAM: Seorang petugas sedang melakukan penyiraman tanaman di jalan. Selain itu, tanki tersebut juga dipergunakan untuk menyiram taman-taman kota.

Tidak Memenuhi Jumlah Ideal

 CIMAHI – Keberadaan armada tangki air penyiram taman tentu sangat dibutuhkan guna memfasilitasi kinerja saat melakukan penyiraman taman. Namun, diakui Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Cimahi, saat ini armada tangki air penyiram taman di Cimahi terbilang minim. Pasalnya saat ini yang ada baru mencapai dua armada dari kebutuhan idealnya lima armada.

SIRAM: Seorang petugas sedang melakukan penyiraman tanaman di jalan. Selain itu, tanki tersebut juga dipergunakan untuk menyiram taman-taman kota.
SIRAM: Seorang petugas sedang melakukan penyiraman tanaman di jalan. Selain itu, tanki tersebut juga dipergunakan untuk menyiram taman-taman kota.

Kabid Pertamanan, Pemakaman, dan PJU Kota Cimahi Ade Ruhiyat mengatakan, karena keterbatasan jumlah armada itu, pihaknya saat harus melakukan penyiraman di taman-taman harus bolak-balik ke area pemkot. Padahal sebaran taman di Kota Cimahi cukup banyak.

“Karena untuk menyiram taman itu kami ambil air dari sungai yang ada di lingkungan pemkot. Karena hanya ada dua armada sementara jumlah taman ada 75 titik sehingga harus bolak-balik,” katanya, kepada wartawan, kemarin (13/5).

Dampaknya, kata dia, hal ini banyak membuang waktu dan menguras bahan bakar. Apabila kendaraan itu memadai, maka pihaknya yakin cukup satu rit saja dalam upaya melakukan perawatan terhadap taman kota. Rata-rata taman kota di Kota Cimahi ukurannya kecil.

Meski begitu, secara kesuluruhan taman kota luasnya mencapai 5,7 hektar yang tersebar di sejumlah wilayah terutama di setiap bunderan jalan. “Pemkot sendiri tidak punya taman karena keterbatasan lahan. Makanya, kami banyak memanfaatkan ruang terbuka hijau baik milik publik atau privat,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan untuk melakukan penataan taman yang ada di bawah flyover Cimindi termasuk pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di kawasan tersebut. “Nantinya kita akan lakukan koordinasi dengan pihak Pemkot Bandung mengingat wilayah tersebut merupakan wilayah perbatasan,” tandasnya. (drx)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here