Tanggap Darurat Bencana

KURANG BANTUAN: Personel TNI berusaha menyisir daerah banjir untuk mengevakuasi warga dengan menggunakan perahu karet di Jalan Anggadireja, Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (22/12).

Fasilitas Umum Lumpuh, Lima Hari Banjir Tak Kunjung Surut

DAYEUHKOLOT – Fasilitas umum di Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang, Kabupaten Bandung lumpuh. Kondisi ini terjadi setelah lima hari banjir tidak kunjung surut. Termasuk, aliran listrik listrik dipadamkan oleh PLN hingga kemarin (22/12).

TERSERANG PENYAKIT:  Petugas memeriksa warga yang tertimpa  bencana banjir di salah satu posko  kesehatan, di kawasan Dayeuh Kolot.
TERSERANG PENYAKIT:
Petugas memeriksa warga yang tertimpa bencana banjir di salah satu posko kesehatan, di kawasan Dayeuh Kolot.

Seluruh pegawai puskesmas, PT Pos Indonesia dan PLN di area tersebut pun diliburkan. Pegawai Puskesmas Dayeuhkolot Agus mengatakan, telah menghentikan seluruh kegiatan operasi di kantornya. Meski begitu, pihaknya tengah berupaya tetap beraktivitas menggunakan ambulans puskesmas keliling. ’’Kami tetap berusaha untuk memberi pelayanan,’’ ujar dia.

Masjid Agung Dayeuhkolot dan Pasar Dayeuhkolot pun ikut sepi aktivitas. Sebab, hampir seluruh areanya tergenang. Berikut dengan akes jalan utamanya. Akibatnya tidak ada kendaraan yang melintas.

Sementara itu, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bandung mulai disalurkan kepada korban banjir. Dengan mendistribusikan bahan makanan berupa beras sebanyak 1,2 ton, minyak goreng 174 liter, dan mi instan 3.360 bungkus untuk korban banjir yang berada di sejumlah titik pengungsian. Selain bahan makanan, diberikan pula bantuan seragam siswa, matras, selimut dan kelambu bayi.

Bantuan yang berasal dari Dinas Sosial dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bandung tersebut, masing-masing diserahkan ke sejumlah pengungsi korban banjir di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Cicalengka, Rancaekek, Katapang dan Kutawaringin. ’’Sebagian besar bantuan ini diserahkan ketiga kecamatan yang paling parah dilanda banjir, yaitu Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang,” ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Marlan S IP.

Sedangkan untuk keperluan evakuasi dan dropping bantuan bahan makanan dan obat-obatan, dikerahkan sejumlah perahu. Masing-masing dua unit perahu fiber, lima unit perahu aluminium, dua unit LCR dan dua unit river boat. Di samping itu Pemkab Bandung telah menghibahkan 18 unit perahu kayu untuk Kecamatan Dayeuhkolot. Hibah tersebut sebagai jawaban atas permintaan warga setempat yang dicetuskan dalam musyawarah rencana pembangunan tingkat kecamatan.

Khusus untuk korban banjir di Kecamatan Baleendah dan Bojongsoang, menurut Marlan, telah ditetapkan 12 titik pengungsian. Masing-masing Posko Inkanas, GOR Andir, Shelter Parunghalang, Gedung Bina Negara Andir, SD Jati Andir dan Unilon. Untuk Kecamatan Dayeuhkolot ditempatkan di seputar Masjid Al-Shofia, Gedung Tanggo, GOR, Koramil dan Polsek.

Marlan menyarankan, jika ada para dermawan yang akan memberikan bantuan agar berkordinasi terlebih dahulu dengan Posko BPBD di Gedung Inkanas Baleendah. Dengan begitu, pemberian bantuan tidak terpusat di salah satu titik pengungsian. ‘’’Nanti akan kita atur distribusinya secermat mungkin, karena suka ada bantuan yang tiba-tiba nyelonong diserahkan ke salah satu lokasi pengungsian. Padahal, lokasi itu sudah diberi bantuan,’’ ujar Marlan.

Masih dalam penanggulangan banjir, Pemkab Bandung mengerahkan puluhan tenaga medis yang ditempatkan di sejumlah titik pos kesehatan. Bagi para pengungsi yang merasa badannya kurang sehat, bisa segera datang ke posko kesehatan yang berdekatan dengan lokasi pengungsian. ’’Tapi, kalau memang sakitnya agak berat, kita evakuasi ke rumah sakit terdekat,’’ tambah Marlan.

Pihaknya pun telah menetapkan status tanggap darurat bencana untuk banjir yang melanda kawasan Bandung Selatan tersebut. Penetapan status tanggap darurat bencana dilakukan setelah menggelar rakor bersama dinas terkait. Status ini berlaku hingga tujuh hari ke depan sejak hari ini hingga Senin (29/12) mendatang.

Menurut dia, penetapan tanggap darurat bencana bisa dilakukan apabila suatu daerah selama tiga hari berturut-turut ditimpa bencana. Sebab, bencana banjir di Kabupaten Bandung sudah tiga hari, maka pihaknya menetapkan status tersebut.

‘’’Dengan status ini anggaran tak terduga bisa cair, hingga diharapkan dapat membantu meringankan beban ribuan pengungsi banjir,” ungkap dia.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Dra Hj Nina Setiana MSi menegaskan, pihaknya akan terus memantau kondisi logistik bantuan bahan makanan di seluruh titik pengungsian. Puluhan petugas setiap hari melakukan monitoring ke titik pengungsian. ’’Dari pemantauan ini, kita bisa memperhitungkan jumlah bantuan yang harus dikirim kembali setiap periodiknya,” kata Nina.

Terkait dengan status tanggap darurat bencana, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Ir H Sofian Nataprawira MP meminta kepada seluruh camat, lurah dan kepala desa tidak meninggalkan wilayah kerja selama musim penghujan sekarang. ’’Informasi kebencanaan harus segera secepat mungkin dikirim ke BPBD dengan data yang lengkap,’’ ungkap dia. (mg14/gun/fjb/hen)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR