Soldaten Kaffe Kembali Aktif

ALA TENTARA: Pelanggan Sodalten Kaffe mengenakan baju tentara saat memesan makanan. Kafe yang berlokasi di Cikawao ini menerapkan konsep militer Perang Dunia II sebagai tema interior.

Konsep Militer Perang Dunia II Hanya untuk Dekorasi

LENGKONG – Soldaten Kaffe muncul dengan konsep dan interior baru. Kafe yang sempat dicap memuja paham Nazi itu kini kembali dioperasikan oleh sang pemilik, Henry Mulyana, 35.

ALA TENTARA: Pelanggan Sodalten Kaffe mengenakan baju tentara saat memesan makanan. Kafe yang berlokasi di Cikawao ini menerapkan konsep militer Perang Dunia II sebagai tema interior.
ALA TENTARA: Pelanggan Sodalten Kaffe mengenakan baju tentara saat memesan makanan. Kafe yang berlokasi di Cikawao ini menerapkan konsep militer Perang Dunia II sebagai tema interior.

Sebelumnya, Soldaten Kaffe berlokasi di Paskal Hypersquare. Namun, seiring dengan pemberitaan miring soal tempat tersebut, Henry mengalihkan usahanya ke Jalan Cikawao Nomor 12.

Juru Bicara Henry, Permadi menyatakan, Soldaten Kaffe mengangkat konsep militer Perang Dunia II. Bukan mengangkat ideologi Nazi, seperti yang banyak diberitakan media. ’’Seperti menggunakan istilah Kafe Nazi yang mengisyaratkan pemilik sebagai penebar paham kebencian. Padahal konsep awal cafe ini adalah militer, bukan ideologi,’’ ucapnya dalam soft launching, akhir pekan lalu.

Permadi menuturkan, pernak-pernik ala militer yang menjadi ciri khas Soldaten Kaffe hanyalah unsur dekoratif saja. Tidak ada hubungannya dengan unsur idealisme, politik ataupun yang lainnya. ’’Ini murni seni untuk jualan, bukan untuk menanamkan paham-paham politik tertentu,’’ tegasnya.

Sama seperti kafe dan restoran lainnya, sambung Permadi, suasana militer Perang Dunia II diciptakan untuk menawarkan konsep baru kepada pelanggan. ’’Saya tegaskan sekali lagi, Soldaten Kaffe bukan Cafe Nazi,’’ tegasnya.

Ia menambahkan, konsep Soldaten kali ini lebih global. Ada juga pernak-pernik dari negala lain seperti Inggris, Amerika Serikat dan Jepang. ’’Interiornya tetap sama, ada poster, perlengkapan militer dan lainnya,’’ jelas Permadi.

Sementara itu Kuasa Hukum Henry, Rohman tidak menampik keberadaan Soldaten Kaffe yang sempat menuai pro dan kontra. Namun yang jelas, pihaknya menegaskan bahwa tidak ada ideologi ataupun paham politik yang ingin disebarkan melalui kafe ini. Ia menyatakan sudah mendapatkan kejelasan dari pihak kepolisian bahwa tidak ada perbuatan melawan hukum dari keberadaan Soldaten Kaffe. ‘’Pihak Polri sudah menyatakan bahwa tidak ditemukan perbuatan hukum yang dilanggar dari kafe ini,’’ imbuh Rohman.

Seperti diberitakan sebelumnya, Soldaten Kaffe sempat menjadi perbincangan hangat karena konsep kafe yang sarat dengan paham Nazi. Kafe ini dikecam oleh sejumlah pihak, termasuk menjadi sorotan media internasional karena sang pemilik dianggap sebagai penebar paham Nazi. (oka/tam)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here