Satpol PP Bidik Kos-kosan

12
ANTRI: Para pekerja seks komersial dari Wisma Barbara 22 Gang Dolly, naik ke bus untuk pulang ke rumah mereka masing - masing dikawal Kapolsek Sawahan Surabaya Kompol Manang Soebeti (kanan) di travel bus Pahala Kencana, Jl Arjuna, Surabaya, kemarin (20/6).

Diduga Tempat Persembunyian PSK

BANDUNG-Kota Bandung ogah kena dampak negatif dari ditutupnya lokalisasi Dolly, di Surabaya. Buktinya, bukan hanya tempat lokalisasi di Bandung, yang bakal rajin dirazia, kos-kosan yang diduga tempat tinggal para Pekerja Seks Komersial (PSK) pun, akan menjadi sasaran operasi.

 Ini dikatakan Kepala Seksi Pengawasan dan Yustisi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Taspen Effendi, kepada Bandung Ekspres, kemarin (20/6).

“Kami menduga kos-kosan sering dibuat tempat persembunyian PSK, kita akan razia itu,”ucapnya.

Langkah awal, kata Taspen, akhir bulan ini pihaknya akan menggelar operasi secara acak ke tiap kecamatan yang ada di Bandung.

“Yang penting yang kami razia bisa menunjukan surat kependudukan yang jelas. Bisa saja ketika kami cek, mengaku mahasiswi padahal sebenarnya PSK,”sambungnya.

Selain itu, pihaknya pun akan melakukan sosialisasi kepada para pemudik, sebelum dan sesudah lebaran.

Biasanya, kata Taspen, momentum mudik itu dimamfaatkan para PSK untuk datang lagi ke Bandung dengan membawa kerabat, saudara atau teman-teman mereka.

“Pada saat lebaran biasanya banyak warga yang datang dan pergi. Nah sesuai dengan topoksi kita masalah pendudukan, kalau dari luar kota patut dicurigai,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bandung, Ferdi Ligaswara mengatakan, pihaknya akan menyisir sejumlah tempat di Kota Bandung yang diduga menjadi tempat prostitusi, termasuk stasiun dan terminal di Kota Bandung. “Nanti setelah hari Raya akan kami perketat, baik itu di terminal ataupun stasiun. Saya tidak mengatakan tidak boleh datang ke Bandung, tapi ini kan sebagai langkah proteksi dini,” paparnya kepada wartawan.

Kata Ferdi, bukan hanya Satpol PP, pihaknya pun akan menggandeng sejumlah jajaran seperti, Dinas Sosial, TNI, dan Polri. “Ini kan sebagai langkah antisipasi, kami mengkhawatirkan setelah Dolly ditutup, mereka datang ke Bandung,” paparnya.

Sebelumnya, Polrestabes Bandung menyiapkan langkah mencegah para eksodus PSK Dolly hijrah ke Bandung. Salah satunya dengan mengintensifkan operasi penyakit masyarakat (Pekat).

“Kami melakukan operasi pekat di Saritem. Di sana kami menita 4.500 botol miras. Dalam waktu dekat kami akan operasi lagi, mencegah hal-hal demikian (eksodus psk Dolly, Red),” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Mashudi di Aula Utama Polrestabes Bandung, Jalan Merdeka.

Melalui operasi rutin ini, Mashudi berharap PSK Dolly tidak melakukan eksodus Dolly ke Saritem. Pasalnya pemerintah dan kepolisian di Bandung tidak akan tinggal diam. Namun, hingga kemarin, polisi mendapat laporan intelejen temuan eksodus Dolly di Bandung.

“Kami tidak akan bosan untuk melakukan operasi pekat. Dari intelejen juga terus melakukan pengawasan. Tapi kami sarankan (pemkot) musyawarah dulu. Kemudian kami juga akan melakukan pengamanan di lokasi (Saritem),” terangnya.(oka/iki)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here