Pungli Hantui Pengangkutan Sampah

MINIM: Para petugas kebersihan terlihat sedang mengangkut sampah menggunakan gerobak. Jumlah gerobak yang tidak sesuai dengan volume sampah menghambat pembersihan.

Usahakan Pembuatan Bank Sampah

CIBADUYUT – Menumpuknya sampah di suatu wilayah dapat terjadi salah satunya karena tidak optimalnya pengangkutan sampah. Bahkan, kawasan Cibaduyut Wetan memiliki permasalahan yang lebih kompleks, yakni adanya sejumlah pungutan liar.

MINIM: Para petugas kebersihan terlihat sedang mengangkut sampah menggunakan gerobak. Jumlah gerobak yang tidak sesuai dengan volume sampah menghambat pembersihan.
MINIM: Para petugas kebersihan terlihat sedang mengangkut sampah menggunakan gerobak. Jumlah gerobak yang tidak sesuai dengan volume sampah menghambat pembersihan.

Awalnya, pihak Kelurahan memiliki program untuk melakukan pengangkutan sampah pada jam enam pagi. Namun staf pengangkut sampah memiliki alasan untuk tidak melakukan pengangkutan sesuai jadwal,salah satunya karena jarak tempuh dan waktu yang terlalu pagi.

“Karena gerobak yang dimiliki pihak kelurahan hanya sedikit maka grobak sampah tersebut harus dipakai bergantian kemudian diangkut secara manual oleh pihak kebersihan. Dan pihak kebersihan tidak bisa datang pagi. Selain itu, sistem pengangkutan secara manual juga kerap memungut iuran sebagai jasa dari pihak kelurahan,” jelas Ketua Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Cibaduyut Wetan Kecamatan Bojongloa Kaler, Agus Kusnandi.

Lebih lanjut Agus mengatakan, TPS di kelurahan Cibaduyut Wetan merupakan tempat penampungan sampah dari empat kelurahan. Yaitu Kelurahan Cibaduyut, Cibaduyut Kidul, Kebon Lega, Mekarwangi dan juga Cibaduyut Wetan. Minimnya truk pengangkut menjada kendala lain yang dihadapi.

“Masalahnya ada pada truk dari PD Kebersihan yang tidak bisa mengangkut semua sampah yang dikirim dari empat kelurahan secara menyeluruh,” tambah Agus.

Pemerintah kota yang sudah mengimbau tiap kelurahan memiliki TPS sendiri sepertinya belum bisa terealisasi. Pasalnya, pemukiman padat di Kota Bandung menjadi penghambat pengadaan tempat TPS di setiap kelurahan.

Sampah yang setiap harinya tidak bisa terangkut selalu menggunung di pinggir jalan raya di jalan jalan utama Cibaduyut. Hal tersebut menimbulkan suasana kumuh dan juga kotor ketika musim kemarau maupun musim hujan.

Guna menyiasati hal tersebut, pihak kelurahan menggagas pembuatan Bank Sampah. “Kami ada rencana untuk mengadakan program Bank sampah agar bisa mengurangi setidaknya 50 persen limbah rumah tangga yang diolah menjadi sesuatu yang lebih bernilai ekonomis. Rencanannya di awal tahun 2015 bank sampah sudah mulai beroperasi,” pungkas dia. (fie)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR