Laga Penuh Kontroversi

DUEL: Striker Brasil, Neymar Jr berebut bola dengan salah seorang pemain belakang Kroasia pada laga pembukaan Piala Dunia 2014 di Sao Paulo, Brasil, kemarin (13/6).

3 Brazil v Kroasia 1

Sengitnya pertarungan antara Brasil dan Kroasia seakan tertutupi pembicaraan tentang Yuichi Nishimura. Wasit asal Jepang itu seakan menjadi bintang setelah keputusannya yang dianggap janggal dalam laga tersebut. Keputusan penalti saat laga imbang 1-1 disebut sebagai blunder besar yang mengubah keseluruhan laga.

DUEL: Striker Brasil, Neymar Jr berebut bola dengan salah seorang pemain belakang Kroasia pada laga pembukaan Piala Dunia 2014 di Sao Paulo, Brasil, kemarin (13/6).
DUEL: Striker Brasil, Neymar Jr berebut bola dengan salah
seorang pemain belakang Kroasia pada laga pembukaan
Piala Dunia 2014 di Sao Paulo, Brasil, kemarin (13/6).

Nishimura adalah satu dari empat wasit asal Asia yang ditunjuk FIFA menjadi pengadil di Piala DUnia 2014. Bukan kali ini saja Nishimura terlibat di Piala Dunia. Di Piala Dunia 2010, dia dia memimpin dua pertandingan.

Satu pertandingan di Piala Dunia 2010 juga melibatkan Brasil. Terjadi di perempat final, saat Brasil bertemu Belanda. Nishimura mengeluarkan kartu merah untuk gelandang Brasil Felipe Melo di laga yang berkesudahan 2-1 untuk Belanda itu.

Nishimura menunjukkan catatan hebat di Brasil. Dia menjadi wasit asala Asia pertama yang menjadi pemimpin laga di partai pembuka. Sayangnya, itu berakhir dengan banyak catatan.

Di media sosial, penggemar sepak bola di Jepang ikut mengecam Nishimura. Beberap di antaranya malah mengucapkan maaf pada tim kroasia yang sudah dirugikan Nishimura.

Kecaman paling keras tentu saja datang dari kubu Kroasia. Bek Kroasia Dejan Lovren yang dianggap melakukan pelanggaran pada Fred, menunjukkan sikap kecewa. Bahkan, dia menyerang kredibilitas Nishimura yang dipilih oleh FIFA.

“Wasit sama sekali tak menguasai Bahasa Inggris. Saya bertanya mengapa dia memberikan hukuman penalti, yang dia lakukan hanyalah bergumam dengan tidak jelas. Rekan-rekan saya juga mengeluhkan hal yang sama,” kritik Lovren seperti dilansir Guardian.

“Bagaimana mungkin mereka menugaskan wasit internasional untuk memimpin laga pembuka, sementara ia tak bisa berbahasa Inggris dan para pemain sama sekali tak bisa berbicara dengannya?” tambahnya.

Nishimura sudah menjadi wasit di laga-laga internasional sejak 2004. Posisinya makin disegani dengan predikat sebagai wasit terbaik Jepang dan J-League pada 2009 dan 2010. Selanjutnya, pengalamannya di ajang-ajang besar kian bertumpuk.

Kontroversi sudah akrab dengan Nishimura. Paling mudah diingat adalah saat dia memimpin laga antara wakil Afrika asal Kongo, TP Mazembe, melawan wakil Eropa Inter Milan (Italia) di Piala Dunia Antarklub 2010 yang berlangsung di Uni EMirat Arab. Dia dianggap membuat keputusan yang merugikan Mazembe.

Imbasnya, para pendukung asal Kongo melampiaskan kemarahannya di luar stadion. Mereka merusak beberapa warung dan toko yang dimiliki warga Tiongkok. Mereka tak tahu kalau Nishimura warga Jepang. (ady)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here