Komunitas Bandung Gandeng dan KPM Periksa Kesehatan 300 Anjal

15
AKTIVIS PEREMPUAN: Sejumlah anggota KPM Dewi Sartika setelah pemeriksaan anak jalanan gratis kemarin (15/6). Aktivitas itu ditambah bagi-bagi sembako.

Penyakit Kulit Paling Banyak Ditemui

Setiap manusia berhak mendapatkan fasilitas kesehatan yang layak. Namun bagi anak jalanan, hal tersebut terasa mustahil karena untuk makan sehari-hari pun, terkadang mereka kesulitan. Untuk itu, kehadiran komunitas-komunitas tertentu berperan penting sebagai fasilitator. Seperti yang dilakukan KPM Dewi Sartika dan Komunitas Bandung Gandeng.

Okky Adiana, Cihapit.


AKTIVIS PEREMPUAN: Sejumlah anggota KPM Dewi Sartika setelah pemeriksaan anak jalanan gratis kemarin (15/6). Aktivitas itu ditambah bagi-bagi sembako.
AKTIVIS PEREMPUAN: Sejumlah anggota KPM Dewi Sartika setelah pemeriksaan anak jalanan gratis kemarin (15/6). Aktivitas itu ditambah bagi-bagi sembako.

Komunitas Bandung Gandeng bersama kelompok perempuan mandiri Dewi Sartika menggelar kegiatan ‘Dokter Berbagi’, kemarin (15/6). Kegiatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian sembako kepada 300 anak jalanan.

Disampaikan Koordinator Komunitas Bandung Gandeng Enisa Eni, kegiatan ini dilakukan atas kolaborasi pihaknya dengan kelompok perempuan mandiri Dewi Sartika. Komunitas yang fokus terhadap masalah ekonomi dan sosial ini fokus ingin memberikan hidup yang layak kepada anak-anak jalanan yang selama ini dinilai kurang diperhatikan.

“Komunitas kami konsen di masalah ekonomi atau sosial, kami melihat anak jalanan ini mereka perlu diperhatikan, mereka juga punya hak untuk hidup sehat sama layaknya kita-kita ini. Kami berkolaborasi dengan kelompok perempuan mandiri Dewi Sartika sejak 2003 lalu,” paparnya.

Adapun tiga ratus anak jalanan itu terbagi dari beberapa tempat yakni wilayah Sukajadi, Alun-alun, Gatot Subroto, Dago, Laswi, Pasar Baru dan beberapa tempat lainnya. “Ya, ini campuran dari berbagai tempat, di sini ada yang mengonsumsi lem, miras atau yang lainnya. Makanya kita ingin mengecek kesehatan mereka,” terangnya.

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini kedepannya bisa terus berlanjut dan bisa lebih banyak merangkul anak-anak jalanan. “Ini kegiatan yang pertama yang kita lakukan, semoga kedepannya bisa terus berlanjut,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Humas Balai Pengobatan Katedral William Yunior Kotambonan menuturkan, setelah di cek penyakit-penyakit yang dialami oleh anak jalanan ialah lambung, paru-paru, daya pemikiran, penyakit kulit dan lainnya. “Jelas, keadaan lokasi sangat mempengaruhi, makanya setelah tadi saya cek kulit mereka tidak sehat. Daya pikir mereka juga rata-rata menurun,” ujarnya.

Priston, salah satu pembina anak jalanan menyebutkan, dirinya cukup mengapresiasi dengan terselenggaranya kegiatan sosial seperti ini, ia sangat berharap kegiatan-kegiatan seperti ini bisa lebih banyak. “Mudah-mudahan program seperti ini bisa terus berlanjut,” pungkasnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here