Cooperative Fair Bidik Transaksi Rp 3 Miliar

SARAT BUDAYA: Pengunjung melihat-lihat sejumlah iket adat Sunda, di salah satu stand peserta Cooperative Expo 2014 yang diadakan Dinas KUMKM Jabar, Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, kemarin (13/6).

COBLONG – Sebanyak 300 pengusaha kecil menengah bergabung dalam perhelatan Cooperative Fair 2014 di Monumen Perjuangan, Jalan Dipati Ukur. Kegiatan yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Jawa Barat ini digealr elama lima hari sejak kemarin (13/6) hingga Selasa (17/6) mendatang. Adapun para peserta berasal dari 27 kabupaten/kota se Jabar dan 11 provinsi di luar Jabar.

SARAT BUDAYA: Pengunjung melihat-lihat sejumlah iket adat Sunda, di salah satu stand peserta Cooperative Expo 2014 yang diadakan Dinas KUMKM Jabar, Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, kemarin (13/6).
SARAT BUDAYA: Pengunjung melihat-lihat sejumlah iket adat Sunda, di salah satu stand peserta Cooperative Expo 2014 yang diadakan Dinas KUMKM Jabar, Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, kemarin (13/6).

Pameran ini diikuti oleh 300 peserta dari Kepala Dinas KUMKM Jawa Barat Anton Gustoni mengatakan, pameran ini merupakan kesebelas kalinya diadakan Dinas KUMKM. Tujuannya untuk membantu pelaku UMKM memperkenalkan dan memasarkan produknya. Menurutnya, Cooperative Fair menjadi agenda tahunan yang masuk program kerja.

“Setiap tahun Cooperative Fair selalu mengalami peningkatan baik dari jumlah kepesertaan hingga nilai transaksi selama pameran. Jika tahun lalu nilai transaksi mencapai Rp 2,6 miliar, maka tahun ini targetnya harus mencapai Rp 3 miliar,” ucap Anton.

Dia menuturkan pameran ini dilatar belakangi untuk memerluas akses pasar bagi produk-produk KUMKM Jabar baik pada tingkat regional, nasional maupun internasional. Apalagi, tahun depan Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dimana pelaku KUMKM harus meningkatkan daya saingnya.

Lebih lanjut Anton mengatakan, salah satu poin yang dititikberatkan kepada pelaku KUMKM yakni produk yang dipasarkan harus memiliki kualitas yang baik. Menurutnya, pelaku KUMKM jangan hanya menghasilkan produk tetapi juga meningkatkan kualitasnya.

“Berkaitan dengan MEA 2015 nanti, pelaku UMKM harus mengerti standar-standar produk yang bisa diterima pasar. Standar itu mutlak harus dimiliki oleh KUMKM agar kita tidak ketinggalan,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UMKM Setyo Heriyanto mengatakan, Jabar merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Menurutnya, Jabar sebagai penyangga ibu kota harus bisa menstabilkan ekonomi dan tidak harus bergantung pada DKI Jakarta.

“Untuk menumbuhkan ekonomi di sektor UMKM perlu adanya sinergi antara perbankan, pemerintah dan pelaku usaha. UMKM harus didukung oleh perbankan dan pemerintah dalam regulasi dan sertifikasi,” ujarnya. (fik)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR